Kata Kunci Al Qur'an :KHUSYU’ (4) Oleh: Ust Ahmad Hariyadi Jum'at, 12 Mei 2006 10:28 WIB
Bolehkah tidak membaca wajjahtu wajhiya... dalam shalat? Adakah alternatif bacaan do’a iftitah yang sudah kita hafal?
Pada tulisan sebelumnya telah disampaikan empat hal yang dapat memperkuat kekhusyu’an shalat yaitu: menyempurnakan wudlu, thuma’ninah, mengingat mati dan memahami bacaan shalat. Pada tulisan kali ini akan dimmunculkan satu hal lain lagi yang mendukung kekhusyu’an shalat, yaitu; memvariasi bacaan shalat yang dibolehkan.
Tidak ada penjelasan eksplisit dari Rasulullah saw bahwa bacaan shalat yang variatif akan mengantarkan pada kekhusyu’an. Namun dalam kehidupan sehari-hari kita bisa merasakan bahwa sesuatu yang dilakukan secara otomatis, memungkinkan seseorang lalai dari apa yang dikatakannya. Alasan yang lebih penting lagi adalah Rasulullah saw memberikan contoh bacaan shalat yang berbeda, seperti pada bacaan do’a Iftitah, doa ruku’, I’tidal, dan lain-lain.
Berikut ini beberapa contoh bacaan do’a iftitah yang pernah dicontohkan Rasulullah saw : a. Wajjahtu
Mayoritas muslim Indonesia sudah terbiasa membaca do’a iftitah yang redaksinya,’wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamawati wal ardla haniyfan wa ma ana minal musyrikin. Inna shalatiy wa nusukiy wa mahyaya wa mamatiy lillahi rabbil ‘alamiyn. La syariykalahu wa bidzalika umirtu wa ana awwalul muslimiyn. Allahummahdiniy liahsanil akhlaq wa ahsanil a’mal laa yahdiy liahsaniha illa anta. Wa qiniy sayyial akhlaaq wal a’maal laa yaqiy sayyiahaa illa anta (Aku hadapkan wajahku kepada Tuhan Pencipta seluruh langit dan bumi dengan penuh kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Ahalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku semata-mata untuk Allah, Tuhan alam semesta, tiada sesuatupun yang menyekutuiNya. Demikianlah aku diperintah dan aku termasuk orang yang pertama-tama menjadi muslim. Ya Allah, tunjukkanlah aku akhlak dan amal yang terbaik. Tiada yang dapat memberi petunjuk kepada yang lebih baik tentang hal itu kecuali Engkau semata-mata. Jauhkanlah diriku dari akhlak dan ‘amal yang buruk. Tiada yang dapat nebjauhkan dari keburukan hal tersebut kecuali Engkau (lihat hadits riwayat Nasai)
b. Allahumma Ba’id Allahumma baa’d bayniy wa bayna khathaayaaya kama baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqiniy min khathaayaaya kamaa yunaqqatstsaubul abyadlu minaddanasi. Allahummaghsilniy min khathaayaaya bil maai watstsalji wal baradi.
Ya Allah, jauhkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan timur dari barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku seperti kain putih yang dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari kesalahan-kesalahaku dengan air, es, dan embun
c. Subhanakallah Subhanakallahumma wa bihamdika wa tabaarakasmuka wa ta’aalaa jadduka wa laa’ilaaha ghairuka. Mahasuci Engkau, ya Allah. Maha Terpuji Engkau dan Mahamulia nama-Mu serta Mahatinggi kehormatan-Mu, tiada tuhan selain Engkau semata-mata (lihat hadits riwayat Abu Dawud)
d. Allahu Akbar Allahuakbar kabiyran walhamdulilla katsiyran wa subhaanallahi bukratan wa ashiylan. Allah Mahaagung lagi Mahabesar, segala puji yang begitu banyak hanya milik Allah, Mahasuci Allah pada pagi dan sore hari (lihat hadits riwayat Muslim). Bacaan ini dibaca oleh seorang sahabat kemudian nabi menyatakan kekagumannya karena pintu-pintu langit telah dibuka karenanya.
e. Alhamdulillah Alhamdulillah hamdan katsiyran thayyiban mubaarakan fiyhi. Segala puji milik Allah dengan pujian yang sangat banyak, baik, dan penuh berkah (lihat hadits Muslim). Doa ini dibaca seorang shabat, lalu Nabi saw menyatakan bahwa Beliau melihat 12 malaikat berebut mencatat doa ini utnuk bisa menyampaikannya kepada Allah
Dari beberapa contoh di atas dapat dilihat bahwa ada bacaan-bacaan shalat yang memberi kesempatan kita untuk memilih. Pemilihan bacaan-bacaan tertentu, menjadikan pembaca sengaja–berniyat—membacanya. Kesengajaan (menyengaja) dalam membaca bacaan shalat akan menopang kekhusyu’an.
Progress Report adalah laporan perkembangan pekerjaan pelanggan. Link ini, merupakan bukti keseriusan kami terhadap amanah yang diberikan pelanggan kepada kami.
Kata Kunci Al Quran:
Oleh: Ust Ahmad Hariyadi MUSHIBAH Senin, 9 Apr 2007 12:24 WIB
Bagaimana kesudahan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah? Bagaimana proses kehancuran para penentang para rasul?
Pagi pukul 06.30. Kompleks perumahaan kami didatangi banyak loper koran—tepatnya koran kriminalitas terbitan Surabaya. Mereka berteriak-teriak menyebut nama komplek perumahan kami. Langsung terbayang ...