Kata Kunci Al Qur'an :KAFIR Oleh: Ust Ahmad Hariyadi Kamis, 16 Nop 2006 13:10 WIB
Jika mendoakan orang kafir yang masih hidup dibolehkan, bagaimana dengan mendoakan orang kafir yang telah meninggal dunia?
Kisah berikut ini menambah wawasan kita tentang bolehnya mendoakan orang kafir agar kembali kepada Islam. Abu Hurairah berkata,’Aku mengajak ibuku agar memeluk Islam karena dia termasuk wanita musyrik. Ketika suatu hari aku mengajaknya, dia mengatakan tentang diri Rasulullah saw sesuatu yang aku benci. Lalu aku menghadap Rasulullah saw sambil menangis dan berkata,’Wahai Rasulullah saw, aku telah menyeru ibuku agar memeluk Islam, tetapi dia enggan bahkan suatu hari dia mengatai-ngatai engkau yang aku tidak menyukainya. Oleh sebab itu berdoalah kepada Allah agar ibu mendapat petunjuk, lalu nabi berdoa, Allahummahdi umma abi hurairah- ya Allah berilah petunjuk ibu Abi Hurairah. Lalu aku keluar merasa gembira dengan doa Beliau’
Setelah Abu Hurairah pulang kemudian ibunya menyambutnya dan mengucapkan dua kalimah syahadat. Abu Hurairah segera menemui rasulullah saw dan menceritakan tentang terijabahinya doa Rasulullah dengan Islamnya ibu Abu Hurairah (lihat lebih rinci dalam hadits R. Muslim). Peristiwa ini semakin meyakinkan kita bahwa mendoakan orang kafir yang masih hidup agar kembali ke jalan yang benar merupakan amalan yang dicontohkan Rasulullah saw.
Hal ini berbeda dengan doa kepada orang kafir yang telah meninggal dunia. Beberapa peristiwa dan ayat berikut menjelaskan tentang ketidakbolehan mendoakan mereka:
a. Doa untuk Abu Thalib
Tatkala Abu Thalib (paman Rasulullah) akan meninggal dunia, Rasulullah saw mendatanginya, tiba-tiba pamannya didampingi oleh Abu Jahal bin Hisyam dan Abdullah bin Abi Umaiyah. Lalu Rasulullah saw berkata kepada pamannya,’Wahai pamanku,la ilaha illallah, dengan kalimat ini saya akan menyampaikannya disisi Allah swt. Lalu Abu jahal dan Abdullah bin Abu Umaiyah berkata,’Wahai Abu Thalib, apakah kamu benci agama Abdul Muthalib? Rasulullah saw menyeru lagi seperti semula, lalu kedua orang ini mengulangi perkataannya seperti semula sehingga akhirnya Abu Thalib mengatakan tetap mengikuti agama Abdul Muthalib dan enggan mengucapkan lailaha illallah. Lalu Rasulullah saw bersabda,’Demi Allah! Aku akan memintakan ampun dosamu , selagi aku tidak dilarang, maka turunlah At Taubah/ 9: 113-114, dan Al Qoshosh/28 :56.
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat , sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.Dan permintaan ampun dari Ibrahim untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.(At Taubah/9:113-114)
b. Doa untuk Ibu Nabi
Suatu hari Rasulullah saw keluar kekuburan, setelah tiba beliau duduk agak lama, beliau munajat kepada Allah, lalu beliau menangis, beliau berkata,’Kuburan ini adalah kuburan ibuku, aku minta izin kepada rabbku untuk memintakan ampun, aku tidak diizini, maka turunlah ayat ini.(At Taubah/9:113-114)
c. Doa untuk orang tua yang kafir
Beberapa sahabat berkata kepada Rasulullah saw, Wahai nabiyullah, sesungguhnya bapak kami adalah orang yang berbuat baik kepada tetangga, silaturahmi kepada keluarga, membantu orang fakir, membebaskan orang yang punya tanggungan. Apakah Kami tidak boleh memintakan ampun dosa mereka? Beliau menjawab boleh, demi Allah akupun memintakan ampun atas dosa ayahku, sebagaimana nabi Ibrahim memintakan ampun bagi ayahnya. Lalu turunlah ayat ini (At Taubah/9113-114), dan beliau menjelaskan udzur nabi ibrahim.
Sebelum orang-orang yang kita cintai meninggal dunia, ajaklah kembali ke jalan yang diridloiNya dan berdoalah agar Allah memberinya petunjuk!
Progress Report adalah laporan perkembangan pekerjaan pelanggan. Link ini, merupakan bukti keseriusan kami terhadap amanah yang diberikan pelanggan kepada kami.
Kata Kunci Al Quran:
Oleh: Ust Ahmad Hariyadi MUSHIBAH Senin, 9 Apr 2007 12:24 WIB
Bagaimana kesudahan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah? Bagaimana proses kehancuran para penentang para rasul?
Pagi pukul 06.30. Kompleks perumahaan kami didatangi banyak loper koran—tepatnya koran kriminalitas terbitan Surabaya. Mereka berteriak-teriak menyebut nama komplek perumahan kami. Langsung terbayang ...